Tampilkan postingan dengan label info Dnpd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info Dnpd. Tampilkan semua postingan

MTCI Fo Treinamentu Ba Tein Nain Masin Sira Konaba, Produsaun Masin Lokal Ho IODU

Atabae- Ministerio Turismo, Comercio e Industria liu husi Diresaun Nasional Industria halao treinamentu tein masin ho IODu ba tein masin nain sira iha Suco Aidaba-leten, Subdistritu Atabae Distritu Bobonaro. Trenamanetu ne’e halao durante semana rua hahu’u husi 5-12 setembro 2011, iha treinamentu ne’e treinador sira hanorin oinsa maka kahor masin nebe mak produs husi tein nain sira ho IODU no oinsa mak utilize material sira nebe mak hodi kahor masin ho IODU ne’e.

Treinamentu ne’e realize tamba serbisu hamutuk husi:

MTCI , Ministeriu Saude, UNICEF no Embasada Australia.

Parte seluk, loron Sexta-09/09/2011 liuba ne’e halao mos lansamentu ba masin nebe produs ho IODU. iha lansamentu ne’e partisipa husi Reprezentante husi MTCI, UNICEF, Vice-Ministra Ministeriu Saude no Embasador Australia, nomos Administrador Distrito Bobonaro, Subdistritu Atabae, Chefe Suco sira no Comunidade Atabae rasik.

DNT Halao Programa Kurida Ro'o Husi Darwin-Dili

Ministeriu Turismo Comercio i Industria liu husi Diresaun Nacional Turismo halao programa Kurida Ro'o husi Darwin Australia to'o iha Dili Timor Leste.
Ceremonia simu Tasa halao iha Edificiu Secretaria de Estado da Juventude e do Desporto nia oin ou Posco Polisia Marinha nia sorin. Iha ceremonia ne'e, iha mos Animasaun husi Banda Musika Coco Za, no Dansa Tradicional husi grupo Juventude. Iha oportunidade ne'e mos negosiantes lokal fa'an Tais no Selendang.
















LAPORAN HASIL PERJALANAN DINAS  KE INDONESIA

Setelah melaksanakan tugas perjalanan dinas untuk melakukan Studi Banding ke beberapa instansi di Indonesia, bersama ini dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

 Tanggal 24 Mei 2010

               

 

1.     Pertemuan dengan Bpk Sairi Hasbullah, Kepala Biro Humas dan Hukum BPS, pokok bahasan antara lain berkisar pada:

  1. Antara Kementerian Keuangan RDTL dengan BPS Indonesia telah terjalin kerjasama dalam rangka pelaksanaan Sensus Tahun 2010 di Timor Leste. Pihak BPS telah mengirimkan 5 (lima) orang tenaga ahli ke Timor Leste untuk mendampingi dalam pelaksanaan Sensus di dimaksud
  2. Kerjasama MTCI dengan BPS, pada prinsipnya BPS menyambut baik seperti halnya kerjasama yang dilakukan antara BPS dengan Kementerian Keuangan RDTL. Konsep MoU antara MTCI dengan BPS telah dikoreksi beberapa hal yang tidak tidak terlalu prinsip, dan dimintakan tanggapannya dari MTCI.
  3. Bentuk-bentuk kerjasama yang dapat dikembangkan antara lain Statistik dan Penelitian dibidang Kepariwisataan, Perdagangan, dan Industri, meliputi workshop, training, visit exchange, survey dll. Saat ini ada bea siswa untuk Timor Leste, namun biaya hidup untuk siswa yang mengikuti sekolah disini ditanggung sendiri
  4. Proses selanjutnya melalui komunikasi e-mail atau telpon, konsep MoU akan disempurnakan dan setelah final akan ditetapkan agenda untuk penandatangan MoU. Tempat penandatanganan MoU dapat dilaksanakan dengan alternative di Jakarta, Bali, atau di Dili.

                 

2.    Pertemuan dengan Ibu Herliza, Sekretaris Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Perdagangan RI, mewakili Kepala Badan Litbang dalam membahas pengembangan kerja sama selanjutnya, dengan  pokok bahasan antara lain berkisar pada:

  1. Bagaimana meningkatkan kerjasama yang sudah terjalin selama ini antara Kementerian Keuangan RDTL dengan Kementerian Perdagangan RI.
  2. Bentuk-bentuk kerjasama yang dapat dikembangkan antara lain Statistik dan Penelitian dibidang Perdagangan meliputi workshop, training, dan pemagangan. untuk Timor Leste.
  3. Untuk meningkatkan Capacity Building modul-modul training seperti training kemetrologian, administrasi perkantoran, kebijakan perdagangan yang telah dipersiapkan dapat segera ditindaklanjuti.
  4. Pemagangan, MTCI dapat mengirimkan pegawainya untuk magang di Kementerian Perdagangan RI. Tugas pegawai yang melakukan magang, pegawai tersebut melaksanakan tugas sehari-hari sebagai pegawai Kementerian Perdagangan RI, selama beberapa waktu yang diperkirakan sudah menguasai pekerjaannya, kembali ke Timor Leste untuk dapat menerapkan pengalamannya di lingkungan MTCI. Pemagangan ini meliputi adminitratif maupun teknis (ekspor, impor, kerjasama, distribusi barang dan jasa, pengendalian mutu barang ekspor dll), selama mengikuti pemagangan  biaya hidup ditanggung sendiri.
  5. Proses selanjutnya melalui komunikasi e-mail atau telpon, kerjasama ini dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan MTCI.

               

3.    Pertemuan dengan Ibu Reni Direktur Industri Kerajinan pada Ditjen Industri Kecil Menengah, mewakili Direktur Jenderal IKM dalam menindaklanjuti kerjasama dengan pokok bahasan antara lain berkisar pada:

  1. Pengiriman Advisor bidang industri khususnya untuk Rencana Strategig bidang Perindustrian dari Kementerian Perindustrian RI, dalam hal ini Kementerian Perindustrian menunggu surat penegasan kembali surat No 002/GMTCI/I/2010, Tanggal 4 Januari 2010 dari MTCI.
  2. Proses selanjutnya melalui komunikasi e-mail atau telpon, kerjasama ini dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan MTCI.

 

Tanggal 25 Mei 2010

                

 4.    Kunjungan di Balai Besar Kimia dan Kemasan Kementerian Perindustrian, pertemuan dengan Pejabat yang membidangi masing balai, mewakili Kepala BBKK dalam memperkenalkan peran BBKK dan kemungkinan pengembangan kerja sama selanjutnya, dengan  pokok bahasan antara lain berkisar pada:

  1. Visi, Tahun 2020 BBKK menjadi institusi terkemuka di Indonesia dalam pelayanan jasa teknis bidang kimia dan kemasan.
  2. Adapun Misinya: (1) melakukan litbang terapan dan standardisasi bagi industri di bidang kimia, kemasan yang berwawasan lingkungan; (2) memberikan jasa layanan teknis dibidang litbang terapan, rancang bangun dan perekayasaan industri, pengujian, kalibrasi, standardisasi, sertifikasi dan konsultasi, serta pelatihan secara profesional sesuai dengan kebutuhan pasar; (3) menyediakan informasi teknologi di bidang industri kimia dan kemasan.
  3. Pengalaman  kerja sama BBKK: (1) Bidang Kimia Organik, Anorganik dan Kimia lainnya dengan CIRAD Perancis dan National Chemical Laboratory (NCL) India; (2)  bidang Packaging dengan  UNIDO, Japan Packaging Institute  (JPI), Ford Packaging Center Brazil (FPCB); (3) Twining Program on Packaging Tehnology, dengan AFNOR dan LNE Paris; (4) penelitian pengolahan air limbah industri secara sederhana  dengan NEDO & MITI Jepang Inproving the knowledge and Capacity of Human Resourseces of SME’S on Essencial Oil Production dengan JICA; (5) Training Indsutrial Pollution Prevention Technology dengan JICA;(6) pelatihanengemasan denganasosiasi pengemasan Indonesia; (7) pemntauan mutu garam beriodium dengan ditjen ILMK  deprind; (8) in country dengan JICA dalam bidang atsiri, CPO dan kemasan.
  4. Bentuk-bentuk kerjasama yang dapat dikembangkan antara lain meliputi workshop, training, dan pemagangan. untuk MTCI Timor Leste.
  5. Untuk meningkatkan Capacity Building modul-modul training di bidang: (1) cemaran seperti training teknologi prodksi bersih pada industri bersih selama 2 hari; (2) pengukuran dan analisa pencemaran udara ambien selama 3 hari; (3) pengukuran dan analisa pencemaran udara emisi selama 3 hari; (4) Training dibidang kemasan seperti teknologi pengemasan selama 3 hari; dan (5) kemasan plastik, kertas KG & KKG  selama 3 hari.
  6. Jasa pelayanan teknis yang dapat dimanfaatkan melalui kerjasama:

1)    Litbang terapan bidang kimia dan kemasan

2)   Pengujian bahan dan produk industri

3)   Kalibrasi peralatan

4)   Standardisasi dan sertifikasi

5)   Rancang bangun dan perekayasaan industri

6)   Pelatihan teknis operasional

7)   Konsultasi

8)   Penanggulangan pencemaran

  1. Pemagangan, MTCI dapat mengirimkan pegawainya untuk magang di Kementerian Perindustrian. Tugas pegawai yang melakukan magang, pegawai tersebut melaksanakan tugas sehari-hari sebagai pegawai Kementerian Perindustrian, selama beberapa waktu yang diperkirakan sudah menguasai pekerjaannya, kembali ke Timor Leste untuk dapat menerapkan pengalamannya di lingkungan MTCI, selama mengikuti pemagangan  biaya hidup ditanggung sendiri.

                          

 5.    Kunjungan ke Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, karena Pejabat Eslon II  tidak ada ditempat, maka diterima oleh Ibu Jane Pejabat bidang Kerjasama Luar Negeri, dengan  pokok bahasan antara lain berkisar pada:

a.    Rencana kerjasama MTCI dengan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata disambut baik, diharapkan konsep MoU antara MTCI dengan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata segera dibuat dan disampaikan ke Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Budpar.

b.    Bentuk kerjasama yang dapat dikembangkan antara lain Statistik dan Penelitian dibidang Kepariwisataan, meliputi workshop, training, visit exchange, survey dll.

c.    Proses selanjutnya melalui komunikasi e-mail atau telpon, konsep MoU akan disempurnakan dan setelah final akan ditetapkan agenda untuk penandatangan MoU.

 

Tanggal 27 Mei 2010

 

6.    Kunjungan ke Model pertenakan sapi di Boyolali antara lain ke:

  1. KUD Mojosongo.


                  

Pola peternakan sapi perah di Kecmatan Mojosongo Kabupaten Boyolali adalah dalam Organisasi Koperasi Unit Desa. Setiap peternak sapi perah rata-rata memiliki sapi sebanyak 7-10 ekor, menghasilkan susu rata-rata 12liter per hari. Hasil susu tersebut disetorkan ke tempat pengepul setiap pagi dan sore, setelah didinginkan samapaiderajat tertentu lalu di kirim ke perusahaan yang memerlukan dengan tenggang waktu 20 jam (palinglambat sampai tujuan).

Manajemen  pengelolaan susu mulai dari pengadaan bibit, pembuahan (inseminasi atau alami), perawatan kesehatan,  kebutuhan pakan tambahan dll, dibantu oleh KUD.

Melalui KUD Mojosongo ini  dapat dilakukan kerjasama dengan proses seperti lazimnya MoU yang telah dilakukan dengan instansi di Indonesia. Dimana Proses selanjutnya melalui komunikasi e-mail atau telpon, konsep MoU akan disempurnakan dan setelah final akan ditetapkan agenda untuk penandatangan MoU

 

  1. Peternak sapi perah.

                

 

Setiap peternak untuk menjaga kesehatan sapinya harus memberikan makan yang cukup (mencari rumput setiaphari) dan memeriksakan ke dokter hewan, karena apabila sapinya tidak sehat maka susu yang dihasilkan akan tidak maksimal, lebih parah lagi susunya tidak bisa dimanfaatkan.

  1. Pusat Pengepul Susu Sapi, Instalasi Pendinginan dan Pusat Pengiriman ke Perusahaan yang membeli

                  

 Untuk satu kecamatan Mojosongo sapi perah yang produktif (12 l/hari) mencapai lebih  lebih dari 3000 ekor, dan susu yang dikirim kepemesan (perusahaan yang memerlukan bahan baku susu) mencapai lebih dari 20 mobil tanki masing-masing berkapasitas 2000 liter.

Ditempat instalasi  pengepul susu ini prosesnya adalah menampung dari peternak, melakukan pengetesan kesehatan susu, mendinginkan sampai derajat tertentu untuk, untuk selajutnya mengirimkan kepada pemesannya.

7.    Produsen pakan ternak.

Mitra kerja peternak sapi salah satunya adalah produsen pakan. Untuk mencukupi kekurangan pakan apabila musim kemarau dan kebutuhan akan nutrisi yang diperlukan sapi ternaknya, melalui produsen pakan ternak ini kebutuhan pakan ternaknya terpenuhi.

Saat ini CV RAYI  MANDIRI bekerja sama dengan UGM telah berhasil menciptakan nutrisi pakan ternak yang diakui oleh para peternak dalam miningkatkan susu maupun berat sapi pedaging, dalam penemuan ini telah mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah, serta Bupati Boyolali.

 

Tanggal 30 Mei 2010

 

Di Surabaya Cetak Buku, berbicara dengan M. Hudaifan, STANDARD MULTIMEDIA.

1.     Harus ditanda tanganinya surat kontrak kerjasama antara MTCI dengan // STANDARD MULTIMEDIA.

2.    System pembayarannya adalah down payment sebesar 50% dari nominal proyek dan sisanya bisa dibayar pada saat barang terkirim.

Hal ini menjadi perhatian kami dan kita tidak ada anggaran seperti itu.

 

Tanggal 31 Mei 2010

 

8.    Dalam penelusuran untukmencari informasi tentang Turism Satellite Account (TSA), akhirnya melakukan kunjungan ke Dinas Pariwisata Provinsi diterima oleh Ibu IGA. Ambari Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Bali, dengan pokok bahasan antara lain berkisar pada:

a.    TSA adalah merupakan suatu sistem yang dimanfaatkan oleh pengusaha hotel dengan bergabung dalam suatu organisasi. Untuk Indonesia telah diadakan seminar TSA pada Juni 2009.

b.    Bali adalah merupakan barometer pariwisata Indonesia. Bentuk kerjasama yang dapat dikembangkan antara lain kegiatan-kegiatan yang menyangkut Kepariwisataan, meliputi workshop, training, menjadi sister city, melakukan kerjasama dalam promosi, bergabung dalam cultural eventbersama dengan kelompok sister city dari negara-negara lain, dll.

c.    Melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali ini  dapat dilakukan kerjasama dengan proses seperti lazimnya MoU yang telah dilakukan dengan instansi di Indonesia. Dimana Proses selanjutnya melalui komunikasi e-mail atau telpon, konsep MoU akan disempurnakan dan setelah final akan ditetapkan agenda untuk penandatangan MoU

 

 

Dili,   Juni 2010

 

AntonioXimenes

DIREKTUR DNPD

 

DNPD Realiza Workshop,

"Hasae Valor Eksportasaun Kafe Liu Husi Penetrasaun Merkado Internasional"

Dili - Ministeriu Turizmu Komersiu no Industria liu husi Direksaun Nasional Peskiza Desenvolvimentu realiza Programa workshop iha loron 15 Outubru 2010 iha ex-Merkado Lama (Dili Convention Center), hanesan programa nebe maka fo impotansia ba iha parte nebe maka kompetensia atu hetan informasaun nomos hodi buka solusaun nebe diak hodi responde ba nesecidade nebe maka Timor Leste infrenta, relasiona ho tema husi workshop ida ne’e, DNPD

konvida oradores sira husi parte kompetentes maka hanesan,Dirasaun Nasional Komersiu Externu (DNCE), Direksaun Nasional Industria Agro-Bisnis (MAP), NCBA no inclui Direktur Nasional Peskiza Dezenvolvimentu.

Sub tema nebe maka DNPD foti no aprezenta hosi orador sira maka hanesan:

- Hasae no Haburas Kafe Timor Leste, Orador mak Dr. Helio Sinatra Tavares (Responsavel DNCE).

- Potensia no Haburas Plantasaun Kafe, Orador mak Dr. Fernando Egidio Amaral (Dirct. Nacional Industria Agro Bisnis).

- Pontus atu Hasae Exportasaun Kafe, Orador Dr. Xisto Piedade (Dirct. Nacional NCBA). Maibe orador ne’e lamarka presenza iha workshop.

- Penetrasaun Merkadu liu husi Kompetisaun nebe mak justu, Orador mak Dr. Antonio Ximenes (Direct. Nacional DNPD).

Hosi aprezentasaun hirak ne’e, komisaun foti resumu ba pontus nebe maka importante hosi workshop maka,

a. Intensifikasaun no extensifikasaun atu hasae produsaun no kualidade Kafe organiku,

peskiza no extensaun, desenvolve veriadade kafe nebe adapta no mudansa climatika, hametin serviso hamutuk entre agrikultores, kompradores intermediaries, exportadores no importadores e promove home industry kafe u’ut ba konsumu domestiku no desenvolve agroturismo.

b. Iha oportunidade ba ema hotu atu halo negocio iha industria kafe

c. Presija servisu hamutuk entre agrikultores ho kompanhias local, eksportadores no importadores.

Partisipa iha workshop ne'e husi MTCI, MAP, Emprezariu Kafe, no Parte Akadimic ( UNTL no UNPAZ) no seluk.

Ojetivu ba workshop ida ne’e, atu aumenta tan linha koordenasaun nebe diak no isentivu liu entre instansia governu nian maka relavante, ho kompanhias kafe nomos eksportadores sira.

Diario - Povu Kontra MTCI Loke Feira Iha Kristu Rey

 Igreja Pasrah

Populasaun sira la konkorda ho ferias ne’ebe Guvernu liu husi Ministeriu Komerciu e Industria (MTCI) loke iha Kristu Rey fatin sagradu. ”Hau la konkorda fatin Kristu Rey hanesan sagradu halo fali ba feira, sekarik halo kunjungan ema Nasaun seluk mai vizita hodi hare rai santo ida ne’e as depois hala’o Orasaun bele maibe hala’o fali feiras fatin sagradu ne’e la tuir fali ita nia kultura, ”hateten Francisco dos Santos Martins nudar Joventude husi Suco Comoro, Aldeia Rasari ba Jornal Diario Nasional segunda (13/9), iha Palasiu Guvernu. Nia dehan, nudar Sarani Katoliko konsidera Guvernu liu husi MTCI la respeita fatin sagradu. Tamba tuir nia, feria tenke loke iha kampo demokrasia, no fatin seluk ne’ebe efektivu.
Joventude Bidau Santa- Ana Maria de Jesus hatene katak, ninia parte la konkorda loke feira iha Kristu Rey.
Ba prekupasaun husi populasaun refere, wainhira Diario ne’e koko dada lia ho parte Igreja liu husi Madre Canosa Balide, maibe sira la fo komentariu detailhadu hodi dehan katak, sira laiha kompetensia atu fo komentariu sobre asuntu refere, tanba ho razaun Madre bo’ot laiha fatin, Jornalista Diario ne’e tenta koalia ho Sekretario Padre Dioseze Dili Ludgerio Martins, katak governu loke feiras iha Kristu Rey la afekta ba fatin sagradu no laos loke iha Kristu Rey leten maibe loke iha Kristu Rey nia okos. nem

Timor Post - Muda Fatin Lixu Difikulta Konstrusaun Hotel PELICAN

Dili - problema muda sai fatin lixu husi area tasi-tolu maka difikulta prosesu kontrusaun Hotel PELICAN paradise ho andar lima tenque hadia ba tinan 2011.
Director Nasional Turismo husi Ministeiro Turismo Comerçio no Industria MTCI Jose Quintão deklara katak kontrusaun hotel PELICAN paradise laos paradu. Maibe tamba problema atu muda sai fatin lixu husi area ne’eba hodi tau iha fatin seluk maka difikulta prosesu konstrusaun tenque adianta ba tinan 2011.
“Tinan kotuk guvernu publika sai ona katak konstrusaun sei hahu iha tinan ida ne’e. Maibe tamba problema muda sai fatin lixu maka difikulta prosesu konstrusaun hodi hadia fali ba tinan 2011. ”informa nia ba jornalista sira iha salaun MTCI Fómentu Dili, Sesta semana ne’e. Nia dehan problema ne’e governu konstinua esfórsu atu iha tempu badak bele muda sai ona lixu husi fatin ne’eba, muda ona maka sei hahu hikas konstrusaun ba hotel refere. “Guvernu identifika fatin lixu,ne’e duni iha tempu badak sei hahu konstrusaun ba lixu fatin refere, dehan Nia. (Agapito Dos Santos)